Selasa, 28 Desember 2010

SAYA MUNCUL KEMBALI AYEEY :D *sarap kumat*

HALOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!! *tereak2 pake toa sambil dadah2 ke pengunjung blog saya* -__-"
oke. saya ndak mau banyak bacot. saya cuma mau bilang:




SAYA KANGEN DELFY! BENERAN SOMPAHSOMPRETSOPRANO!

kangen sama anak2, kangen sama suasana, kangen pojokan belakang kelas, kangen waktu drama, kangen semuanya! UWAAAAAAAAAAAAAAAAAA AIMISYUTOMATLOMBOKTERASIGAREMSAMADENGANSAMBEL DEH!


PERHATIAN: ABAIKAN POST DIATAS.



oke. saya balik cuma mau ngepost itu aja. ndak lebih. daaaaaaaaaaaaaaa! *ngacir*




SMOOCH~!



rendol

Kamis, 23 Desember 2010

PENGUMUMAN PENGUMUMAN TOLONG DIBACA YAK BIMSALABIM JADI APA PROKPROKPROK (?)

PENGUMUMAN!



BAGI PEMBACA SETIA FIGHTING GIRL, SAYA MAU VACUM BENTAR, PALING CUMA 1BULAN KOK (maybe kurang). DISEBABKAN SAYA MAU LIBURAN DULU. TERIMAKASEEEEEEEH :D





SMOOCH~!


RENDOLL

boringbosenjadisatulalala~ (?)

uh oh yeh blah blah *ini apasih? waks*
okey. sebetulnya saya writeless. nggak tau mau nulis apa. tapi gara2 gita MAKSA gue nulis di blog gue ini, akhirnya.... terbentuklah postingan gaje ini. jengjeng.
uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa gue bosen dirumah, gaada yang bisa diajak bercanda. diomelin. disuruh ini itu. onlen terus *bikin mata tambah minus, hell yeah!*. makan terus *bikin tambah melar*. minum terus. ngemil terus. NGEBO terus. ah, how boring life! grr
gue pengen sekolah emaaaaaaaaaaak! gue pengen ngerasain angin sepoi2 dibelakang delfy. nyet, sumpah deh. angin disana itu kayak angin surga! kencengademsejuk jadi satu. mendamaikan suasana panas di delfy *menimbulkan gosip juga sih, ngoeks*. daaaaaaan... menimbulkan inspirasi buat nulis. bikin saya mengkhayalkan apa yang terjadi di lapangan belakang delfy dan juga parkiran sepeda yang-nggak-ada-rapi-rapinya-itu.
SEBETULNYA SAYA NGOMONGIN APASIH? KENAPA NYAMBUNG KE PARKIRAN SEPEDA YANG-NGGAK-ADA-RAPI-RAPINYA-ITU? oh, stop me puhlease. HAHA *garing ya yaoloh*
nyet. parkiran sepeda malah ngingetin gue ke gosip yang ditimbulkan oleh yosin, donna, fia. nggak perlu tau deh gosipnya apaan! wakaka, gila aja, belum jadi artis aje udah digosipin, apalagi jadi artis! wakakakaka *pedeabis*
udah deh. ketimbang ini postingan tambah garing kriyuks kriyuks, gue akhirin aja kali yak. babaiiii :D



SMOOCH~!



rendol

(follow twitter: @rendolizmchild. mention and i'd follback)

Minggu, 19 Desember 2010

randomization (ini apa lagi)

holaaaaaa.... *dadah2 sambil naik pickup dan tereak pake toa* <----- oke gue gaje bye
meet me again, in coretan MARENDA! yeeey :D
oke, maafkan ke-gaje-an yang baru saja terjadi.
boleh cerita gaaaaaaaaak?
boleh yaa...
boleh dong...
hehe.
^
l
l
GAJE AGAIN.

oke. gini.
lo sebel ngga kalo ada orang yang sok2 ngikutin gaya lo? padahal dia sendiri gabisa ngikutin gaya lo?
misalnya, lo suka JB. sering nyanyi2 lagu barat. tiba2 temen lo ngikutin, tapi dengan lagu barat yang sudah amat sangat jadul sekali, My Heart Will Go On nya Celine Dion, misalnya. lirik banyak yang salah, pula. rasanya pengen ngakak selebar-lebarnya sambil nelen es batu.
SEE THAT?
nah. misalnya lagi.
lo suka ngomong pake bahasa campuran, antara English and Bahasa. tiba2 temen lo ngomong sama teman2 lo yang lain, "eh si A tu sok2an pake bahasa inggris ya, padahal nggak tau artinya." NGESELIN DEH SUMPAH! dan temen2 lo yang lain itu ngasitau ke lo karena dia juga benci banget sama temen-yang-ngikutin-lo itu. IS THAT SO STUPID? omegat, gue ngomong pake English bukan buat gaya2an. gue juga pengen practice dong. gue juga pengen nge-explore kemampuan gue dong. emang lo yang nggak bisa ngomong kayak gitu? jadi kalo emang lo gak bisa, GAK USAH JELEK2IN GUE DONG! (padahal orang yang jelek2in gue itu catet, SERING BANGET minta bantuan gue kalo ada English. nyebelin? BANGET!) lo ngartiin tough aja LIDAH WOOOY! lidah itu TONGUE yaa... *keluar asap dari kepala*
huh, yeaaah. gue lega banget bisa ngungkapin unek2 gue. dan buat lo yang MERASA ikut2 gaya gue, dan merasa NGGAK BISA ngikutin gaya gue (nyanyi lagu barat, ngomong english, sok2an nulis cerita, etc.) HENTIKAN AKSI KALIAN KETIMBANG GUE NUDUH KALIAN PLAGIAT! understand?!

*maaf kalo postingan ini agak emosional. gue lagi emosi banget soalnya*

SMOOCH~!


rendol

Sabtu, 18 Desember 2010

Fighting Girl part 5

halooo *dadah2 ala miss unipret*! masih ada yang nungguin cerbung saya? yasudah deh. maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaf banget ya aku ngaretnya keterlaluaan, kamu punya simpanan... *geplak! digampar pake panci* okeoke. ketimbang pipi saya babak tambah babak belur gini.. saya mau ngepost dulu. let we see! hope you like this :D

Fighting Girl part 5: Ify:: GUE DITEMBAK!!


Saat ini Ify masih menunggu dijemput Mang Ony, supirnya. Sepertinya Mang Ony juga akan menjemput adiknya, Oik. Tiba-tiba I-Phone nya bergetar, menandakan ada sms masuk. Ternyata Mang Ony.

From:: Mang Ony
Neng ify, mang ony gak bisa jemput neng sama neng oik, mang ony lagi pulang ke desa, ibunya mang ony teh meninggal dunia. Neng ify pulang sendiri yah. Atur nuhun ya neng.

‘Yaaaah. Mang Ony kaga bisa jemput. Gue naik apaan?’ batinnya kecewa. Namun, ia teringat belum membalas sms Mang Ony.

To:: Mang Ony
Iya mang, nggak pa2. Ify bisa pulang sendiri. Turut berduka cita ya mang.

Breees! Hujan tiba-tiba mengguyur di tempat Ify berada. Ify langsung minggir untuk berteduh di halte didekat café. ‘Yah, taksi mah mana ada yang lewat sini…’ batin Ify. Tiba-tiba ada seseorang yang meminggirkan motornya menuju halte. Sepertinya Ify mengenali motor Cagiva hitam itu. Orang itu setengah berlari untuk menuju halte. Ify memicingkan mata. Tak salah lagi, orang itu Rio!

“Rio, belom pulang?” tanya Ify setelah Rio sampai di halte. Rio menoleh, lalu tersenyum.
“Belom, Fy. Pas gue mau pulang malah ujan. Yaudah gue berteduh dulu. Eh, lo kok disini?” jawab dan tanya Rio.
“Gue nunggu taksi. Mang Ony gabisa jemput.”
Rio melirik jam tangan Swatch hitam di pergelangan kirinya. “Yah, Fy. Udah jam segini disini mah gaada taksi.”
“Trus gue pulang naik apa?” gumam Ify. Rio dan Ify terdiam beberapa saat.
“Gimana kalo bareng gue? Rumah lo sama rumah gue kan searah.” Tawar Rio. Ify mengerutkan kening. “Ga ngerepotin?” tanyanya gak yakin. Rio mengangguk semabri tersenyum.
“Yaudah deh. Nunggu hujan reda dulu, ya.” Rio mengangguk.

Ify menggosokkan telapak tangannya. Kedinginan. Ify merogoh-rogoh tasnya, mencari jaket berwarna biru muda yang biasanya ia bawa. Sesaat kemudian..
“Siakul ni jaket pake ga dibawa. Dingin lagi,” rutuknya. Rio yang mendengarnya langsung menoleh. “Kenapa, Fy?” tanyanya lembut. Ify menggeleng.
“Nggak, Cuma ngga bawa jaket. Jaket gue ketinggalan.”
“Lo kedinginan? Bibir lo udah putih tuh..” tunjuk Rio pada bibir Ify yang mulai memutih. Ify .
“Yaudah,” Rio melepaskan jaket kulitnya lalu memakaikannya di tubuh Ify yang mungil. Sedikit kebesaran sih. “Pake aja.” Lanjutnya. Ify menatapnya heran. Rio yang sadar ditatap Ify menoleh.
“Kenapa? Baru sadar gue manis ganteng cakep cute?” katanya narsis. Toink! Seketika toyoran gratis dari Ify tanpa dipotong pajak 10% mengenai kepala Rio. “Narsis lo dikurangin dikit napa? Pede lo selangit sebumi sejadad raya deh!” cerocos Ify. Obrolan mereka berlanjut, sesekali diselingi canda tawa mereka.

^_^

Ditempat yang berbeda pada waktu yang sama, Acha sedang menunggu Via menjemputnya. Acha baru pulang sore karena dia ada eskul cheers. Berdasarkan sms yang dikirim kakaknya itu, sebentar lagi Via datang. Acha terus menunggunya. Meski hujan masih membasahi tanah yang ia pijak.
10 menit..
15 menit..
20 menit..
Drt.. drt..
Acha mengeluarkan BlackBerry Gemini nya. Terlihat disana ada BBM masuk. Kakaknya.

SiviaAzizah:
Cha, kk kyknya gbs jpt km deh. Kk kjebak mcet sm ka Alvin nih, mna hujan pula. Km plg naik taksi aja y syg. Luvyou :*

Acha mendesah. Sudah diduganya kakanya tersebut tak bisa menjemputnya, karena Via tak pernah terlambat menjemput Acha. Acha segera membalas BBM kakanya itu.

LarissaAcha:
Okedeh ka. Gpp. Ywda, ntr ak naik taksi aja. Luvyoutoo kaa :*

Acha melangkah dari gerbang sekolahnya menuju halte terdekat. Dia berlari, untung halte tak jauh dari sekolahnya. Acha terus menunggu. Sebuah motor mendekati halte. Sepertinya pengendara motor tersebut akan berteduh. Acha mengenali pengendara motor itu. Ozy.

“Hei Cha, belum pulang?” tanya Ozy. Acha menggeleng sambil mengeratkan sweater Heath nya.
“Belum, lagi nunggu taksi.” Ozy mengangguk. Sekian lama mereka terdiam hingga akhirnya hujan berhenti. Perlahan terlihat semburat mejikuhibiniu di langit. Pelangi.
Acha dan Ozy mendongak dan berkata, “Wow, pelangi!” lalu menoleh dan tertawa bersama.
“Suka pelangi?” tanya Acha. Ozy mengangguk.
“Banget. Pelangi itu bagus banget, ciptaan Tuhan yang paling cantik, sama kayak lo.” ucap Ozy tanpa sadar. Acha menoleh dan mengerutkan kening.
“Gombal. Hahaha” Acha tertawa, pipinya merona.
Ozy tersenyum lebar sekali. Ia menatap Acha dalam. Gadis yang belum lama ini mencuri perhatiannya di sekolah. Membuat pikirannya tak fokus dalam segala hal.
“Cha,”
“Hm?”
“Pulang bareng yuk, kan searah.” Tawar Ozy. Acha terlihat berpikir. Takut ditolak ajakannya, Ozy melanjutkan perkataannya. “Kan udah gada taksi Cha. Nunggu sampe botak pun gaada taksi. Jam segini udah sepi.” Acha melirik jam tangannya. Setengah lima. Akhirnya Acha mengangguk. Ozy menarik tangan Acha. “Yuk.”

^_^

“Eh Yo! Udah ah! Capek gue bercanda sama lo! Hahaha” kata Ify memegangi perutnya. Rio tak menggubris. Dia mah masih ngakak lebar banget, melebihi ngakaknya Mpok Nori. Rio menoleh, masih dengan wajah cengengesan. Ia melihat ke langit.

“Fy, ujannya udah reda nih.” Rio menatap Ify. Ify –yang masih sibuk meredakan tawanya—menoleh. Dia mengangguk.

“Pulang sekarang yuk, Yo!” ajaknya. Rio mengangguk. Rio menyerahkan 1 helmnya pada Ify. Ify menerimanya. Rio menaiki motornya diikuti Ify. Perlahan motor Rio melaju melalui jalanan Jakarta yang basah sehabis diguyur hujan.

“Fy! Pegangan! Gue mau ngebuuut!” teriak Rio sambil melirik kaca spion.
“Ga enak sama lo!” teriak Ify balik. Rio menambah kecepatan, sehingga Ify hampir terjungkal ke belakang. Refleks Ify memeluk pinggang Rio. Rio tersenyum. Menikmati pegangan gadis yang mencuri hatinya ini.

“Fy, alamat rumah lo mana?” tanay Rio waktu di lampu merah.
“Di Jl. Anggrek Raya no. 2, perumahan Nusa Indah.” Jawabnya.
“Berarti deket rumah gue dong? Gue kan juga di Anggrek Raya, tapi nomor 10.” Jawab Rio gak penting. Ify tak menjawabnya, karena sekarang lampu menyala hijau.

Akhirnya setelah 30 menit perjalanan, Rio dan Ify sampai di Rumah Ify. Ify turun dari motor Rio. Ia menyerahkan helm Rio ke empunya.
“Thanks ya, Yo. Mau mampir?” tawar Ify. Rio menggeleng.
“Nggak deh. Nyokap gue pasti udah nyap-nyap dirumah. Nyariin anaknya yang ilang gatau kemana” Rio nyengir. Ify tertawa.
“Yaudah. Gue masuk ya. Byee..” saat Ify hendak masuk, tangannya ditahan Rio.
“Eh tunggu Fy!” Ify menaikkan sebelah alisnya. “Apa?”
‘Mungkin ini saatnya. Ayo Rio! Katakan cintamu!’ batin Rio.
“Would you be my girl?”
Ify melongo. Dia masih bingung mau jawab apa…
"Gue..."

waaaaa! ify ditembak! mau jawab apa ya kira2? tunggu part selanjutnya! thanks for reading :)

Selasa, 14 Desember 2010

ditengah hujan

holaa... gue balik.
haaaaaaaaaaah. akhirnya kelar semesteran. tapi, cerbung masih belum bisa dilanjutkan. maaf bagi yang menanti. kayaknya itu cerbung bisa dipost dihari minggu (maybe, insyaAllah..).
daaaaaaaaaaaaaaan. sekarang gue mau tereak.

KENAPA IDOLA CILIK GA DIADAIN LAGII? DAN KENAPA ICIL DIGANTI AAB?


jujur. gue sebagai icl kecewa beyudz *alay*. jujur. gue kecewa banget, ngga bisa liat anak2 icil yang ganteng2 dan cantik2 itu *ngeces*.
daaaaaaaaaaaan, gue kecewa sama pihak rcti, kalo icil ga diadain lagi, mending buat acara, terserah acara apa aja, tapi guest starnya anak icil. kayak sahabat JP or 3 sahabat (kalo itu IMB). kan lumayan buat ngobatin kangen para icl! ya ngga?? ya doong!

tapiii.......
secara pribadi, gue mulai tertarik sama AAB. gue jagoin FBband, sensen, sama edgar. hehehe. they're so cool (tapi ga se cool anak2 icil, absolutely)!
sebelumnya gue jagoin iyan, karena iyan keluar, gue jagoin mereka deh! hehehe *nyengir*
di FBband, sebenernya gue ngefans sama iza, arry, sama satria. iih, kiyut banget! hebat2 pulaaa... WHAT A WONDERFUL BOY THEY ARE! oke, itu tadi exclamation. gue gatau kenapa gue bisa nyebut itu. ekeke.

dan sekarang gue laper. makan dulu ye! dadaaaaah, see you in my next post!



SMOOCH~!


rendoll

Minggu, 12 Desember 2010

all about MARENDA YUNILA ARSHI

hey! i'll introduce myself.
yeah me, only me in here.


haloo! mungkin gue udah lama banget punya blog ini. tapi kok baru sekarang memperkenalkan diri ya? emm.. gimana yaa... *garuk2 kepala* yasudah deh. ketimbang gue banyak bacot, check this out!

all about me :)

perkenalkan, nama gue Marenda Yunila Arshi. unik ya nama gue? hehehe. guweh gitoh. lo semua bisa panggil gue Renda, Rendoll, or Mbakndud (oke itu aib. yang pertama kali manggil gue kayak gitu si Agung) #abaikan. lanjut. gue terlahir ke dunia dengan selamat sentosa tanpa kekurangan suatu apapun (emang lo kata piknik? selamat gitu) di Semarang, 13 Oktober 1997 pukul 07.00(pas, ga kurang ga lebih katanya) dari rahim malaikat terbaik gue --mama gue-- Dyah Marhaeni Tjahjaningtyas. sekarang gue sedang menuntut ilmu di SMPN 15 Semarang, dan duduk di bangku kelas VIII F, atau panggilannya DELFY (DELapan eF communitY)dengan wali kelas ibu Irsya Desmarita yang cantik baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung. oya, bu Irsya ini wajahnya mirip Sivia Azizah versi jilbaban dan kecil. cantik deh (abaikan, promosi banget)!
ngomong2, gue punya hobi. banyak sih, such as reading, writing (gue gatau ini hobi atau talenta), singing (kalo ini jelas talenta), listening the song from my nokia E63. hehe. banyak banget ya hobi gue? emang. dan gue juga suka makan, tepatnya ngemil, makanya badan gue melar. padahal dulu gue kurus lhoh #abaikan.
gue ngefans banget sama Justin Drew Bieber. siapa sih yang gatau dia? udah ganteng, cute, multitalent, sayang sama keluarganya, baik banget, pinter, ah pokoknya PERFECTO MAMAMIA LEZATOS DEH (emang chocolatos?)! haha. i love his songs very much. gue hampir punya semua lagunya di hape dan laptop acer kesayangan gue, baik yang versi akustik atau yang original. selain sama JB, saya juga ngefans sama afgan, vidi aldiano, dan anak2 idola cilik. THEY'RE SOOOOOOOOOOOOOOO COOL! hahaha.
ngomong2, gue suka warna pink, ungu, biru muda, putih, hitam, hijau dan warna2 pelangi.
gue juga punya 3 sahabat, they are:
first, Priska Febriandini Putri, you can call her CHIKA. dia ini sahabat terdeket gue dari awal masuk SMP. dia cantik (menurutku), pake behel, lucu, care banget, kadang suka emosi gajelas ekeke. find her on twitter, @chikaika98. facebook: Checheb 'lolipop' Cogklad

yang kedua, Adira Zahra, you can call her DIRA. dia sukanya ketawa, suaranya kalo keras, keras banget, kalo pelan pelan banget. gue suka matanya, bersinar2 gimana gitu. pesona dia tuh kayaknya di matanya deh. hehehe. dia juga sama2 gendut kek gue, cuman dia bongsor gitu. gue ngiri sama giginya, rapi banget! oya, find her on twitter @diiradhruva. facebook: Adiira 'diira' Raa
yang ketiga, she is Dinar Cahyaningtyas, you can call her DINAR. dia sahabat gue dari kelas VIII ini. orangnya stylish banget, genter gedek banget, manis, pake kacamata, suka geregetan sama orang2 yang ngegemesin (salahsatu korban kegemesannya dia itu gue), dan suka banget nabung. dan sumpah, dia sayang banget sama pacarnya, sampe2 dimana2 (entah di buku, or di alat tulisnya) ada nama pacarnya. gilak. tapi sumpah deh, gue ngiri sama koleksi jepit pitanya dia. bagus2! find her on facebook: Dinar C Tyaas
yeh, they're my very close bestfriends. sahabat gue yang paling deket. kalo sahabat gue yang ga deket2 amat tu Dwinda, Fia, Donna, Gita dan semua anak DELFY. i love them so much muach muach :*
oya, find me on facebook yaa, Marenda Yunila Arshii. kalo follow twit juga bisa, @rendolizmchild. thanks.


that's all about me! really me.
maaf kalo lebay, ini sudah jadi ciri khas gue. thanks yang udah mau baca!


xoxo,

SMOOCH~!


renda

Sabtu, 04 Desember 2010

FAKTA WOLF DELFY!

woi! watsaap brader sistah yang mau baca blog guweeeh *ala anak gahol*
saya ada beberapa fakta anak2 DELFY nihh ahaha
yook maree dibaca!

1. anak2 delfy itu banyak yang gila (terutama anak2 cowok, pelopornya si RAHMAT AGUNG WICAKSONO haha)
2. anak2 delfy sukanya rame kalo pas doa, sampe diingetin pak riwi kekekek
3. anak2 delfy paling SEPI kelasnya, gaada hiasan, belom dicat pula! wakaka
4. hobinya anak2 cowok delfy kalo pagi masih sepi: main bola freestyle didalem kelas!
5. anak delfy yang paling suka mbojo (pacaran) dikelas itu VITO sama DESI
6. anak delfy yang paling sering telat dan paling sering gak masuk itu DIO (kalo gamasuk pasti hari selasa, rabu, kalo ngga kamis)
7. anak delfy yang paling sering celometan itu AGUNG sama GALIH
8. anak delfy yang paling peduli sama kelas itu RAHMA
9. anak delfy yang paling sering bercanda sama berantem di kelas itu AGUNG sama OKTA
10. anak delfy yang sering disakiti sama pak hartono itu HAMPIR SEMUA ANAK COWOK
11. yang jadi speaker di delfy itu MARENDA
12. kalo si MARENDA ga masuk pasti kelas sepi, pada kangen katanya (ge-er mu ki lho renn haha)
13. orang yang paling disebelin di delfy itu si NUNGKI (mav yya nung hehe)
14. pasangan yang paling sering di cie-cie in di delfy itu DWINDA JODI. kalo VITO DESI sih biasa haha
15. delfy adalah kelas yang paling banyak kesita hapenya waktu razia kemarin rabu 1 DESEMBER (pas ulangtahunnya AGUNG, dia hapenya juga kesita lho wakaka, hari kesialannya si agung tuh, udah hape kesita, dimintain PU, coklat sebotol gedek abis dalam 5 detik, bokek pula. HAHAHA *evil laugh)


15 dulu ya! otak gue mampet haha :D ntar kalo ada lagi ntar nulis lagi deh :D


sincerely,



rendolrendol

Jumat, 03 Desember 2010

Peri Cintaku ~A One Short Story~

Haloo! Ketemu sama saya penulis gaje. Kali ini, saya mau ngepost cerpen. Sad ending. Dan terinspirasi dari lagu Peri Cintaku-nya Marcell. Keren banget deh lagunya! Couplenya AlShill. Hehe, kebanyakan bacot deh eke, yasudaah… cekidotdotdooot bayi :D



Peri Cintaku ~A One Short Story From One Sad Song~

Di dalam hati ini,
Hanya satu nama,
Yang ada di tulus hatiku ini…

“Shilla, would you be my girl? Be a part of my life?” teriak Alvin dari lantai atas SMA Nusa Putra. Ya, bener banget, Alvin si ketua OSIS ter-cool seantero sekolah itu nembak Shilla, cewek cantik namun –bisa dibilang- cupu itu. Shilla kaget setengah mampus. Mimpi apa gue semalem? Ditembak Alvin secara ‘ekstrim’ kayak gini, pake manjat balkon, tereak-tereak pula. Batin Shilla panik plus kaget.
“Turun dulu, Vin! Gue jawab dibawah! Please!!” mohonnya kesekian kali. Namun akhirnya Alvin mengalah. Ia turun dari balkon lantai 2 sekolahnya.
“Shilla, lo mau gak jadi cewek gue?” tembak Alvin lagi, kali ini dengan posisi Romeo melamar Juliet. Berlutut memegang tangan Shilla. “TERIMA! TERIMAA! TERIMA!” teriak anak-anak SMA Nusa Putra yang menonton adegan tersebut. Shilla menjawabnya dengan anggukan pelan. Alvin berdiri, lalu memeluk dan mengecup kening Shilla lembut sembari berbisik, “Makasih…”
“SOOO SWEEEEEEEEET!!!”

Kesetiaan yang indah,
Takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu
Peri cintaku…

Ya, itulah suasana pernyataan cinta Alvin ke Shilla sebulan lalu. Sekarang Shilla sudah resmi menjadi pacar Alvin. Suatu hari, SMA Nusa Putra kedatangan murid baru bernama Ify. Ify ini adalah wanita cantik yang ternyata mantan pacar Alvin semasa SMP.
“Denger-denger, Ify pindah kesini cuma buat balikan sama Alvin lho Shill! Ati-ati lo!” peringat Agni, sahabat Shilla dari kecil sambil menusuk pentolan bakso terakhirnya. Shilla mendengus.
“Itu kan cuma denger-denger, nggak pasti dong Agni!” Shilla mulai sewot. “Lagian lo tau darimana lagi?” sambungnya malas.
“Tuh! Orangnya nyamperin lo!” tunjuk Agni pada Ify yang mendekat pada Shilla dan dirinya. Dan benar saja, Ify menggebrak meja Agni dan Shilla.
“EH! Lo ngapain deket-deket Alvin?!” gertak Ify. Shilla tersenyum miring, meremehkan.
“Alvin pacar gue, kenapa? Salah? Bukannya lo udah gaada urusan lagi sama Alvin ya? Lo kan mantannya?” tanya Shilla santai. Ify melotot.
“Denger ya lo! Gue tuh masih sayang sama dia tau! Gu—“
“Tapi gue udah gak sayang sama lo! Meskipun lo minta jadi yang kedua pun gue gabakalan nerima LO! GUE MAU SETIA SAMA SHILLA! Gak kayak lo yang main serong sama Iyel!” perkataan Ify terputus ketika Alvin menyerukan semua itu tepat dibelakang Ify. Ify tersentak, lalu berbalik.
“Tapi, gu—“
“GAK ADA TAPI-TAPIAN! PERGI LO! JANGAN URUSIN GUE LAGI! GUE BENCI SAMA LO!” Alvin murka. Shilla mengelus-elus punggung lelaki itu. Akhirnya Ify pergi meninggalkan Shilla dan Alvin serta Agni.
“Gue bakal setia sama lo, Shill…” Alvin memeluk Shilla.
“Vin…”
“Apa?”
“Lepasin.. gue malu…” aku Shilla polos. Alvin baru sadar mereka di kantin sekarang. Ia nyengir dan menggaruk belakang telinganya yang sama sekali tidak gatal.

Benteng begitu tinggi,
Sulit untuk ku gapai…
Aku untuk kamu,
Kamu untuk aku,
Namun semua apa mungkin,
Iman kita yang berbeda…

Siluet-siluet cerita cinta Shilla dan Alvin kembali muncul. Sangat jelas terekam dalam otak Shilla. Mulai dari pernyataan cinta Alvin yang ekstrim, sampai acara labrak-melabrak yang dilakukan Ify semasa SMA. Sekarang Shilla dan Alvin sudah mencapai bangku kuliah. Mereka kuliah di Universitas Indonesia. Sekarang Shilla sedang bersama Alvin di kedai es krim, memadu kasih berdua disebuah meja outdoor. Disamping mereka terdapat taman bunga yang indah.

“Shill…” panggil Alvin. Shilla menoleh, mengalihkan pandangannya dari sebuah kupu-kupu cantik diatas bunga-bunga kecil berwarna pink.
“Kenapa?”
“Aku… emmm… mungkin hubungan kita gak bisa bertahan lama Shill….” Katanya ragu. Shilla mengernyitkan dahi.
“Maksud kamu apa,Vin?”
“Oma nyuruh aku putus… sama kamu…”
Shilla menghela napas. Sesungguhnya dia tahu, saat-saat seperti ini pasti akan datang.
“Aku… juga disuruh mama dan papa putus sama kamu, Vin…” lirih Shilla. Shilla mendesah pelan.
“Pasti karena keyakinan kita kan Vin?” sambungnya. Alvin mengangguk.
Alvin dan Shilla sama-sama terdiam. Masalahnya hanya satu, keyakinan. Mereka berdua berbeda keyakinan. Alvin Kristen, sedangkan Shilla Islam.
“Kita harus putus…” ujar Alvin.
“Tapi aku masih sayang kamu…” lirih Shilla.
“Aku juga..”
“Yaudah, keputusan kita putus atau enggak, kita tentuin besok aja Vin. Aku mau pulang.” Shilla beranjak pergi, namun ditahan Alvin.
“Biar aku anter.” Shilla mengangguk. Lalu mereka pun berlalu menaiki motor cagiva Alvin.

Tuhan memang satu,
Kita yang tak sama,
Haruskah aku lantas pergi?
Meski cinta takkan bisa pergi?

Shilla sedang membaca novel di kamarnya. Pagi ini Shilla tak ada kuliah.
Ceklek..
Pintu terbuka. Shilla mengalihkan perhatiannya dari novelnya. Ternyata mama Shilla yang membukanya. Mama Shilla langsung mengambil tempat duduk disamping putrinya itu.
“Shil, lagi ngapain?” tanya mama ramah. Shilla tersenyum.
“Baca novel ma. Mama tumben banget ke sini.” Tiba-tiba raut wajah mama Shilla berubah. Seakan meminta kejujuran Shilla.
“Kamu masih pacaran sama Alvin, sayang?” tanya mamanya. Shilla tercekat. Ia memandangi wajah mamanya.
“Eng…” Shilla ragu, namun akhirnya ia mengangguk.
“Kenapa kamu masih pacaran sama dia? Kan udah mama sama papa larang.”
“Shilla sayang Alvin. Alvin juga sayang Shilla.” jawab Shilla tegas. Mama menggelengkan kepalanya.
“Tapi sayang, Alvin berbeda keyakinan sama kita. Kamu gak boleh pacaran sama orang yang berbeda keyakinan sama kita, Shilla. Meskipun Tuhan satu, kita tetep gak sama Shill. Mereka pun berdosa jika berpacaran sama kita. Kalo kita pacaran sama mereka juga haram hukumnya. Mama mohon.. kamu lepas Alvin ya, sayang? Apa kamu juga gak kasihan sama omanya Alvin?” mata Shilla mulai berkaca-kaca. Melihat mamanya yang terus mendesaknya Shilla jadi tidak tega. Sebenarnya mamanya berulang kali memohon pada Shilla untuk melepas Alvin, namun Shilla selalu menolak. Akhirnya Shilla memeluk mamanya dengan lembut.
“Ma, Shilla akan coba.. Shilla akan mencoba untuk lupain Alvin…” lirihnya terisak.
‘meski berat.. meski perih…’ lanjutnya dalam hati.

Hari Minggu, seusai Alvin selesai menunaikan ibadah di gereja, ia meluncur ke café. Dia akan menepati janjinya pada omanya kemarin…

>>>>> Flashback: ON <<<<<

“Vin, kamu harus putusin Shilla. Oma gak mau tau, Vin! Kamu udah mempermalukan keluarga Sindhunata! Pacaran kok sama orang yang beda keyakinan!” Oma Alvin memarahi Alvin untuk kesekian kalinya, mendesak Alvin untuk segera memutuskan Shilla.
“Alvin akan coba, oma. Alvin akan coba untuk melupakan Shilla.” sahutnya.
‘walau SAKIT…’ batinnya.
“Bagus! Secepatnya ya, Vin! Oma mau jodohin kamu sama Angel, dia cantik, baik lagi!”
Alvin mengangguk, pasrah dengan keputusan omanya.

>>>>> Flashback: OFF <<<<<

Beberapa menit kemudian, Alvin sampai di café di mana dia akan bertemu Shilla. Untuk menepati janjinya pada Oma. Ia memanggil pelayan, lalu memesan segelas Capucinno milkshake. Tak lama kemudian, seorang wanita dengan simple dress selutut berwarna baby blue bercardigan putih senada dengan flat shoesnya memasuki café. Shilla. Alvin melambaikan tangannya.
“Udah lama?” tanya Shilla.
“Belum. Liat aja milkshake ku belum abis.” Alvin tersenyum.
“Vin…”
“Ya?”
“Kita putus…” Shilla tercekat pada kata terakhir.
“Hm… oke deh. Pasti mama papa kamu yang nyuruh. Sebenarnya sudah sejak lama aku disuruh oma untuk mutusin kamu, Shill. Tapi aku nggak tega. Aku masih sayang banget sama kamu. Alasannya bukan hanya keyakinan… tapi aku mau dijodohin…” jelas Alvin. Shilla tersenyum paksa.
“Nggak pa-pa, Vin. Tapi aku boleh minta buat terakhir kali gak?” Alvin mengerutkan kening. Sementara Shilla mengeluarkan kalung berbandul merpati.
“Pake ini…”
“Maksudnya?”
Shilla tersenyum. “Arti kalung itu adalah, kita saling menyayangi, namun kita nggak terikat lagi. Jadi.. kalung itu menandakan aku masih sayang kamu… kamu juga masih sayang aku kalo kamu masih pake kalung itu…” jelas Shilla.
Alvin mengangguk. Lalu melirik jam tangannya.
“Shill, aku mesti pergi. Aku ada janji sama oma. Duluan ya… dah Shilla!” Alvin melambaikan tangannya. Shillapun membalasnya. Setelah membayar apa yang dipesannya, Alvinpun berlalu meninggalkan Shilla sendiri.

Bukankan cinta anugrah?
Berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa…

Tak lama kemudian..
CIIIIIIIIIIIT! BRAAAAAAAAAAK!!!
Shilla menoleh. Sepertinya ada kecelakaan tak jauh dari café. Entah mengapa ia memikirkan Alvin. Apa Alvin…
Shilla keluar dari café dan mendapati Alvin berlumur darah tak jauh dari café. ia berlari menerobos kerumunan.
“ALVIN! KAMU KENAPAA??” Shilla menangis melihat Alvin sekarat.
“S-shil.. a-aku s-saya-ng k-kamu…”
“Aku untuk kamu.. kamu untuk aku.. namun semua apa mungkin, iman kita yang berbeda…” alun Shilla.
“T-tuhan me-mang sa-tu, ki-ta ya-ng ta-k sa-maa.. ha-rus-kah a-ku lan-tas per-gi.. mes-ki cin-ta tak-kan bi-sa per-gi…” Alun Alvin, makin lama makin lirih, dan akhirnya ia menghembuskan nafasnya yang terakhir kali. Tahukah kau apa yang diucapkannya sebelum pergi?
“Aku mencintaimu, Peri Cintaku…”
“ALVIIIIIIIIIN!! JANGAN PERGIII!!! AKU JUGA MENCINTAIMU! BANGUN ALVIN! BANGUUN…” Shilla berteriak histeris, menangisi Alvin yang sekarang telah dalam keabadian, bersama cintanya untuk Shilla…

5 tahun kemudian…

Tepat tanggal 20 September, Shilla mengunjungi makam Alvin bersama Cakka, suaminya sekarang.
“Happy birthday, Alvin.. I miss you..” Shilla meletakkan bunga lily putih didepan nisan Alvin.
“Nggak kerasa udah lima tahun semenjak kamu pergi, Vin. Aku masih nggak percaya kalo kamu udah nggak ada.”
“Rasanya baru kemarin kamu nembak aku, kita pacaran, dilabrak Ify. Kuliah, dipaksa putus, dan aku ngasih kalung merpati ini ke kamu. Aku harap kamu mengenang semua itu, Vin. Meskipun kamu udah nggak ada, kamu tetap hidup Vin, hidup di sini…” Shilla menunjuk dadanya. Tepat di hatinya.
“Shill, udahan yuk. Alvin.. happy birthday ya.. we miss you… you’re always in our heart…”
“Dah Alvin.. baik-baik di atas sana ya…” Shilla menengadah ke atas. Dia melihat segurat senyum di langit. Senyum Alvin. Shillapun membalas senyum itu, meskipun tak nyata…
Shilla melangkah menjauhi pusara Alvin, menggandeng tangan tangan Cakka, seolah memuali lembar baru yang bahagia bersama Cakka, orang yang dicintainya sekarang. Namun tak ada yang bisa menggantikan Alvin dihatinya. Alvin akan selalu punya tempat tersendiri di hati Shilla, dan tempat itu tak akan terganti oleh siapapun.

“Aku untuk kamu,
Kamu untuk aku,
Namun semua apa mungkin,
Iman kita yang berbeda,
Tuhan memang satu,
Kita yang tak sama,
Haruskah aku lantas pergi,
Meski cinta takkan bisa pergi…”
-Peri Cintaku, Marcell-

Uwaa! Akhirnya selese juga ni cerpen (sok) melankolis. Bagus gak? Gaje ya? Gak dapet feel nya ya? Waa, maap deh! Saya bukan ahlinya sad ending :( hehe. Thanks buat lagu Peri Cintaku-nya Marcell yang udah ngasih inspirasi. Thanks juga yang udah mau baca! Yang nunggu Fighting Girl harap sabar yaa, masih diketik :)
See ya in my next story!!