Selasa, 30 November 2010

sakit hati, broken heart, lara ati, or whatever do you call it (?)

holaaaaaa gue muncul lagi setelah sekian lamaa.. ditelan bumi.. *nyanyi pake nada lagunya ridho rhoma* oke, gue akui, gue memang gaje.
ehem. gue mau ngepost tentang orang 'itu' lagi nih. boleh ndak? ndak boleh? oh, yasudah. <------ abaikan, gaje banget
gini hlo.....
ah, orang 'itu' tuh ternyata udah jadian. nyesek gue. ngeeeeeekk.. begitu liat status hubungannya berubah.. *namanya gue samarin*

*piiiiiiiiiiiiiip* went from being "single" to "in a relationship".

JLEBB, JEDHEEER, DHOAAAAAAR, JRENGJRENG... *backsound ancur*
hancur hancur hancur hatiku, hancur hancur hancur hatikuu hancur hancur hancur hatikuu HATIKU HANCUR! *jrengjrengjrengjreng gaje!*
petir seakan menyambar tepat di atas kepala gue.....
busetdah. gue rasanya pengen banting itu hape kesayangan (waktu itu gue ol pake hape).
akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, finally...........
gue mewek abheez! gue langsung curhat sama diary.
abis itu, gue ngebow seharian, mangabaikan pr dan les. *ngumbar aib*

daaaaaaaan, saya juga dapet berita buruk. temen sependeritaan *sigh* saya, si GEMPITASURYAMUTUMANIKAM (gietalohabcd.blogspot.com)itu jadian sama orang yang diinginkan! JADI GUE GAADA TEMEN SEPENDERITAAN LAGI! WHAT A POOR GIRL I AM!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA WADEPAKKK!!
hiks. abis itu bengek gue kumat lagi. nagis kejer dah gue. HUWEEEEEEEEEEEE EMAK TOLONGLAH DAKUW, KEMBALIKAN DIA KEDALAM PELUKKU *apasi*

udah deh. ketimbang tambah gaje, saya akhiri saja. daah!! see you in next post!


kisshugmuachmuach :**

rendolrendol
follow: twitter.com/rendolizmchild
thanks for reading :)

Sabtu, 13 November 2010

random post *rada gilak dikit*

aaaa, hell yeah.
*oopss, kata nenek cewek gabole ngumpat. hehe maap utiku tsyg (oposih)*
aa aku bingung aku marah aku sedih aku.. aah gatau! aku gatau harus mulai darimana. masalahku banyak banget! argh pengen ngebocorin kepala rasanya.. *tergiur liat sapu nganggur di pojokan kamar, sampe iler netes2 (oops)*
TAPI AKU SADAR, SEMUA ITU GAK AKAN NYELESEIN MASALAHKU.
(sebenernya aku nulis apasih? dodol)
udah deh. aku mau tanya.
menurutmu sahabat itu apa?
kalo menurutku sih, sahabat itu tempat kita share, kita berbagi, kita cerita semua masalah kita (ga semua sih) TANPA PAKSAAN.
tapi kalo sahabat kita maksa kita share ke dia, buat masalah yang menurut kita hanya 5 hal yang boleh tau? (5 hal itu: aku, laptop, hape, diary, dan Tuhan)
apa sahabat kita berhak buat maksa?
dan gimana perasaan kalian kalo sahabat kalian itu maksa kalian buat nge-share semua itu ke mereka sampe kamu dimusuhin, dijauhin segala? gimana rasanya? sakit kan? banget! kayak diiris2, diparut sekalian dah tu hati!
sepele lho, CUMA HAL SEPELE!
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarghhhhh aku berusaha gak nangis.
namun aku ga bisa ngelawan.
perlahan pipiku mulai dingin, setitik demi setitik kristal bening itu meluncur keluar dari mata sembab ini..

(one again) PENGEN NGEBOCORIN KEPALA!

Sabtu, 06 November 2010

jangan baca kalo gamau baca (?)

ha ha, judul yang aneh, huh?
yaa. aku lagi aneh belakangan ini.
mav kalo sdikit curcol yaa...
ak lg sk sm sseorg, mantan e tmenku. tmenku msii syg sm dy. dy curhat tros mbe ak, mulanya biasa sajaa *nyanyi lagu jadul, lagune pance ahaay (gue kok tau yak? sabodo teuing lah hehe)* tapi lama2 asli! NYESEK BEUDZZ OHOHOO.. teganya dirimu teganya teganya teganya teganya tegaaaaaaa :(
ah dudulz beud deh! ak dah berusaha ngehindar dr dy, tp gabisa!!! aaarghh...
apa jal yg harus ta lakuinnn????????? bingung banget!!!
gaada temen buat curhat!!!
gaada samasekaliiiiiii huaaa aku nangis nyesek hukshukss :(
smsanku sm org yg tak sukai kek org pacaran, tp begitu ak liat ulang sms itu ak nyesek. asli nyesek banget! tapi ak gaakan pernah hapus smsnya dr hapeku, walo periih, walo periiiih... *nyanyi lagunya vierra*
kayaknya sebait lagunya vierra yang rasa ini pas kali ya.
"ku suka dirinya, mungkin aku sayang
namun apakah mungkin, kau menjadi milikku
kau pernah menjadi, menjadi miliknya
namun salahkah aku, bila kupendam rasa ini.."

-rasa ini, vierra-

tauk deh ya. sekali lagi, KENAPA PERASAAN BANYAK BANGET SIH?? *natap langit2, mikir mau gantung diri, nggak jadi deh*
yasudah deh, ketimbang aku tambah setres, mending saya sudahi saja postingan gajelas bin setres ini.



big hug and kiss muach muach :***,




rendoll

Jumat, 05 November 2010

Fighting Girl part 4

Huaaa, aku ngaret yaa? Iya ya? Bener nii? Waaa, REKOR DONG! Haha, mav ya lama, penulis lagi banyak tugas.. jadi lama. Selain banyak tugas, penulis juga lagi seret ide *plak! Disambit sandal -_-“*. Huaa, mav banget yah! Yaudah deh, gausa banyak basa-basi ntar malah jadi baseee, cekidoooot! Hope you like it :)

^_^

Fighting Girl part 4: Sivia:: Susah buat ngungkapin perasaan gue ke Alvin..


“Rio! Ify!” teriak Cakka dan Agni berbarengan. Agni mengucap nama Ify, sedang Cakka mengucap nama Rio. RiFy hanya senyamsenyum gaje.
“Pejepeje Ag! Pejeeeeeeee!” tereak Ify gaje. Rio cuma manggut-manggut. Ify meliriknya dengan lirikan yang berarti ‘ngapain-lo-ikut-ikut-gue-heh-?’, sedangkan Rio membalasnya dengan pelototan ‘serah-gue-dong-!’, dan setelah itu mereka sama-sama memutar kedua bola mata mereka. Cakka dan Agni terkikik.
“Ohya, soal peje ntar belakangan ya,”, kata Cakka. Ify dan Rio menatap Cakka dengan kening berkerut. “Maksut lo?” tanya mereka barengan.
“Gue sama Agni lagi bokek. Pan tanggal tua.” Lanjut Cakka innocent.
GUBRAAAAAAKS!
“Yaelah. Tanggal mudanya masih lama, sob. Nasib gue gimanaaaaa kalo ga dapet peje? Gue kelaparan ntaar, huhuhuuu..” kata Rio sok lebay sambil akting nangis ples mohon-mohon ke Cakka. Toink! Toink! Toink! Alhasil, Rio pun mendapat 3 toyoran gratis depan, belakang, dan samping kanan dari Cakka, Agni, dan Ify. “LEBAY LO!” tereak mereka barengan di kuping Rio. Rio nyengir watados.
“Ye maap. Pan gue cuma becanda. Lagian gue juga ga ngarep peje dari kalian.” Rio asal ngomong. Cakka, Agni, dan Ify tersenyum ja“Ooooh, berarti kalo gue mau nraktir lo sekarang gak mau ni, Yo? Bener? Yakin?” tanya Agni menahan tawa. Cakka dan Ify malah ngulum senyum.
“Auk ah, gelap! Ngomong sama kalian mah ribet! Kagak selese-selese!” si Rio mulai jengkel sambil bersedekap, menggembungkan pipi ples manyun en julingin mata. Semua diam membisu dan menatap Rio heran. ‘Rio kok bisa kek gitu yak..’ pikir mereka sama.
Krik..
Krik..
Krik..
“HUAKAKAKAKAKAKAAAA!! HUAKAKAKAKAKA!!! Tampang lo kocak abis!! Huakakakakakakakaaaa!!!”
Semuanya ngakak, mulai Cakka, Agni, Ify, dan yang sliweran didepan kelas mereka. Dan Rio hanya manyun dan berjalan menuju kelas dengan menghentakkan kaki. Persis anak kecil nggak dibeliin lolipop sama mamanya *piss RISE! Saya juga RISE kok tingting*.

^_^

Pelajaran Biologi berlangsung dengan amat-sangat-sangat-membosankan-sekali di kelas XII-IPA-3, kelas Cakka, Agni, Ify, Rio, dan Via. Guru Biologi mereka yang bernama Bu Okky itu menerangkan tentang pembelahan sel yang gak penting abis –bagi mereka-. Dan.. TOlEETELOLETOLEEEET!! Bunyi bell yang gak ada merdu-merdunya itu membuat anak-anak kelas itu senang setengah mati, bukan karena suaranya yang gak-merdu-abis-sumprit itu, tapi karena itu adalah bell istirahat. “Baiklah anak-anak, karena sudah bell istirahat, saya akhiri pelajaran saya. Jangan lupa belajar buat ulangan besok. Selamat pagi.” Bu Okky mengakhiri pelajaran, lalu keluar dengan gayanya yang kemayu abis. Anak-anak langsung menghambur keluar, ada yang ke kantin, perpus, lapangan basket, ke kelas lain ngapelin sohib or pacar, de-el-el. Sedangkan Agni, Cakka, Ify, Rio, dan Via hanya duduk di tempat masing-masing. Agni dan Cakka asik ngobrol tentang basket dan motor, Ify dan Rio sibuk ngitung duit kas kelas, dan Via masih berkutat dengan novel Summer in Seoul-nya. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Via menoleh, ternyata Zevana atau lebih sering dipanggil Jeje. Via tersenyum.
“Eh, Jeje. Kenapa, Je? Mau liat latian futsal?” tanya Via. Zevana tersenyum lalu mengangguk.
“Iya. Gue mau liat Iel main.” Jawab Zevana. Iel itu kapten futsal terkeren di SMAPEL. Via membatasi bukunya dengan pembatas Hello Kitty kesayangannya, lalu berdiri dan mengambil sesuatu dari laci mejanya.
“Guys, gue mau ke lapangan futsal dulu. Ada yang mau ikut?” tanya Via.
“KITA IKUT!” jawab CaGniRiFy. Via tersenyum. “Yok!”

^_^

Latihan seleksi selesai. Saat ini Alvin sedang berdiri di depan wastafel ruang ganti. “Aaah, sial! Ga keterima lagi gue! Gue kurang apa sih?! Shittake!!” umpatnya memukul tembok. Via yang berdiri dibalik pintu ruang ganti itu membatin ‘Ya ampun, Alvin ga keterima lagi? Kasihan banget…. Gue gak tega nih…’ batinnya menutup mulut dengan 1 tangan. Tangan yang lainnya memegang tas berwarna putih bertuliskan ‘For Alvin’. Tas itu berisi onigiri gurih dan pedas –kesukaan Alvin-, dan minuman stamina yang sudah dibuat Via tadi pagi. Serta ada boneka miniatur Alvin bertuliskan ‘jangan menyerah’ di dadanya. Dia membuka pintu ruang ganti perlahan, meletakkan benda itu dibalik pintu dan menutupnya, lalu segera berlari keluar.

^_^

BLAM!
Alvin mendengar pintu ditutup. Dia segera menoleh ke arah pintu dan mendapati tas berwarna putih bertuliskan ‘For Alvin’. Dia melangkah mendekati pintu, lalu menunduk mengambil benda itu. Dibukanya tas putih itu. Isinya onigiri gurih dan pedas, minuman stamina –sesuai yang ditempelkan di botolnya- serta boneka yang sepertinya dibuat dengan tangan. Alvin menatap heran satu persatu benda itu. ‘Siapa nih yang ngasih gue?’ Alvin mulai bingung. ‘Ooooh, gue tau. Pasti Via. Cewek barbie itu.’ Batin Alvin tersenyum. Dia membawa barang itu keluar sambil memasang wajah terburu-buru (?).
“Vi, would you be my girl?” Alvin mendengar sayup-sayup suara itu. Dari lapangan futsal. Ia berlari ke sana. Dan benar saja, Iel menembak Via!
“TERIMA!! TERIMA!! TERIMA!!” sorak penonton heboh. Alvin menggeram marah.
Via melihat Alvin. Tes! Airmatanya mulai menitik, namun ia menghapusnya secepat mungkin.
“Maaf, Yel. Ada orang yang gue suka selama ini. Dia sama sekali gak terkenal, gak keren. Tapi kayaknya cinta gue bakalan bertepuk sebelah tangan sama dia,” Via menangis. Iel masang tampang cengo. “Dan gue udah diterror sama seseorang untuk dilarang sayang sama dia. Dan itu membuat nyali gue makin ciut. Tapi nggak buat rasa sayang gue ke dia, rasa sayang gue malah bertambah untuk dia.”
“Siapa orang itu, Vi? Siapa yang bikin lo patah hati gini??” tanya Iel menggebu. Via tetap menangis. Iel hendak memeluknya, namun dihalangi oleh seseorang.
“Orang itu gue!!!” teriak orang itu yang ternyata Alvin. Via terkesiap, mendongakkan wajahnya, dan terlihat tangan Alvin menggenggam tangannya. Via menunduk, menyembunyikan rona merah di pipinya.
“Vi..” katanya pelan, “Lihat mata gue.” Via mendongak, melihat mata alvin yang sipit namun menyejukkan siapapun yang melihatnya. Via menunduk lagi. Pipinya mungkin sudah semerah apel sekarang.
“Gue juga cinta sama lo.” DEG! Jantung Via dagdigdugcescempyaarrr!
“A-apa, Vin?” tanyanya terbata.
“GUE. JUGA. CINTA. SAMA. LO.” Kata Alvin menekankan setiap perkataannya. Iel cengo abis diikuti penonton di lapangan tersebut, tak terkecuali CaGnIfYo.
“Would you be my sweetheart, Via? Be a half of my heart and soul?” tembak Alvin. Semua tambah cengo. Ternyata Shilla, Angel dan Dea juga menonton adegan tersebut. Saking lebaynya Angel, dia langsung pingsan. Sekarang semua tambah panik gara-gara Angel yang genter gede banget itu pingsan. Dan yang bikin mereka panik adalah mereka gabisa ngangkat Angel ke UKS! UKS nya jauh dari lapangan Futsal.
Via terbata menjawabnya, “Emm, yes. I would be your sweetheart, be a half of your heart.” Via menunduk lagi. Malu! Sreet! Alvin merengkuh tubuh Via, membenamkannya dalam pelukan hangat Alvin. Via menangis lagi dalam pelukan Alvin. Alvin menyadari kalau Via menangis dari bahu Via yang naik turun.
“Kok nangis sih?” tanyanya heran sambil menghapus airmata Via dengan jempolnya.
“Gue nangis bukan sedih kok. Gue nangis karena seneng.”
“Hey Vi, look at me.” Via melihat mata Alvin sekali lagi. Perlahan Alvin mendekati Via. Via memejamkan matanya. Ketika jarak mereka hanya 5 centi, Alvin berhenti.
“Thanks ya lo udah mau nerima gue.” Katanya tersenyum, lalu.. CUPS! Bibir Alvin menyentuh bibir Via selama beberapa saat *mav frontal hehe*. Saat Via membuka mata, Alvin tersenyum lepas.
“My first kiss for my sweetheart.”
“Thanks, dear.”
“SO SWEEEEEET!!!” koor mereka yang melihat adegan itu. Sedangkan Iel? Jangan ditanya, dia masih cengo.

^_^

“Eciee Viaa..... udah dapet pacar, dapet first kiss pula. Cieeeeee..” goda Agni dan Ify. Sekarang mereka udah pulang sekolah, dan mereka lagi di LoveLatte café, traktiran CaGni dan AlVia. Agni menyodok pelan pinggang Via dengan sikunya. Via tersenyum malu sambil menyendok ice cream SuperBerry nya. Sedangkan yang cowok lagi ngebicarain soal first kiss tadi.
“Eh, Vin! Kok lo berani kissing didepan umum sih?” tanya Rio sambil makan Giant Berry ice cream dengan ganas dan belepotan. Alvin tersenyum tipis.
“Gak tau gue, bro. Refleks.” Kata Alvin cuek sambil menikmati Vanilla Latte ice cream. Cakka masih sibuk makan 2 eskrim gedek. Maklum dia lagi maruk. Rio garuk-garuk kepalanya yang gak gatel.
“Eh, lo berdua udah pada tau kan?” tanya Rio. CaLvin menatap Rio heran. “Tau apaan?” tanya mereka barengan.
“Gue suka sama Alyssa Saufika Umari.” Hampir saja CaLvin menyemburkan eskrim yang sudah hampir ditelannya. Tapi karena alesan sayang kalo dimuntahin, mereka gak jadi menyemburkan eskrim itu ke Rio.
“Serius?” tanya Alvin.
“1000rius.” Jawab Rio mantep.
“Terus kapan lo nembaknya?”
“Kapan kapaan.. kita berjumpa lagi!” si Rio malah ngebanyol. Mereka berdua akhirnya noyor Rio dengan tanpa dosa.

^_^

Huh-hah-huh-huah!
Akhirnya dengan napas senin kamis saya menyelesaikan part 4 nya!
Kira-kira kapan yaa Rio nembak Ify? Kapan yaa…
Hahaha, Angel lebeh banget! Gitu aja pingsan :p *ditabok AngeLova :(*
Hha, yasudah deh! See you in the 5th part: Ify:: GUE DITEMBAK!