Haluhaaaaa!! Masih inget saya nggak?? *pembaca said: ENGGA!* yaudah, saya bunuh diri aja yaa! *pembaca said: silakan! Kita rela kok! :p* HAHAHAAA! YA ENGGAK LAH! Ketemu lagi sama saya si penulis gaje, ehehe. Kali ini the 3rd part datang! Yasudah gausa banyak omongzz, cekidot! Hope you like it ting-ting *kedip2 mata*
^_^
Fighting Girl part 3: Sivia:: Gue dilarang sayang sama Alvin…
Sivia masih setia menunggui Alvin main futsal. Dia sendiri udah kelar eskul masak. Via senyum-senyum gaje liat Alvin. Lagi asyik-asyiknya liatin Alvin, mulutnya dibekap sama seseorang dari belakang. Dia mau teriak, tapi gak bisa karena dia udah pingsan duluan. Orang yang membekap Via pun tersenyum licik. “Lihat aja, cewek barbie.. lo udah rebut Alvin dari gue, dan gue bakalan ngasih Alvin semudah itu ke lo..” dan orang itupun membuka kacamata hitamnya. Dia adalah…. Angel! Angel memasukkan Via ke mobil Swift merahnya. Pelan-pelan namun pasti, mobil itu bergerak meninggalkan SMA Pelita.
^_^
Via membuka matanya. Sepertinya lama sekali dia pingsan. Dia mencoba menggerakkan tangannya.. ternyata tak bisa! Dia diikat di kursi! Dia mencoba berteriak, namun apa daya, mulutnya dilak ban entah siapa. Via panik. Dia mendengar derap kaki seseorang menuju ke gudang tempatnya berada. Dan sekarang, Angel sang penculik sudah berdiri tegak didepan Via serta memasang wajah liciknya. Via bergidik ngeri, ia menunduk.
“Via. Sivia Azizah. Lo tau kenapa gue bawa lo ke sini?” Angel mulai mengoceh. Via menggeleng. Ia tak bisa bicara, kan mulutnya dibekep.
“Gue bawa lo kesini buat ngasih lo pelajaran,” Angel mengitari Via. “Buat gak negrebut Alvin dari gue!” lanjutnya sambil menjambak rambut panjang Via. Via menjerit tak jelas, “eeeeeeeeeeemmmm!!” jeritnya tertahan. Angel tertawa penuh kelicikan seperti adegan sinetron. “Hahahaha.. jangan main-main Via.. jangan main-main sama gue, Angelica Martha Pieters!”
Via menangis. Ia tak tau lagi mau berbuat apa. Angel melihat Via menangis, ia berpura-pura kasihan sama Via. “Kasihan kamu, Via.. hahahaa” JEBRET! Tiba-tiba Angel melepas plester Via. Via menjerit, “AWWWWWWWWWW! So pain!!” jeritnya refleks. Angel hanya tersenyum dingin. Via kembali bergidik ngeri. “Satu yang gue pengen dari lo. Jauhin Alvin. Dia punya gue. Ngerti lo?!?!” bentaknya. Via mengangguk samar. Angel tersenyum puas. “Oke. Lo janji?”
“Janji.” Via menunjukkannjari telunjuk dan jari tengahnya.
“Oke. Gue anterin lo pulang. Sampe lo ngelanggar, gak segan-segan gue nindakin lebih lanjut perbuatan lo itu.” Katanya dingin.
“Tapi.. lepasin gue dulu, Njel. Pan gue mau pulang,” kata Via polos. Angel menepuk jidat.
“Iye ye! Gua bego amet! Bentar bentar..” Angel melepas tali temali yang mengikat tangan dan kaki Via. “Makasih” kata Via. Angel mengangguk.
KRUYUK! Suatu suara menmecah sunyi di gudang itu. Suara perut Via dan Angel yang merdunya udah ngalahin suara seriosanya Putri Ayu. Via dan Angel berpandangan, nyengir bareng. “Hehehe..” cengir mereka.
“Makan yuk, Vi!” ajak Angel. Via mengangguk.
Mereka pun keluar dari gudang itu, menuju ke La Violin café, café langganan Angel.
^_^
“Lo pesen apa?” tanya Via setelah mereka duduk di salah satu kursi empuk La Violin. Angel masih sibuk membuka menu.
“Emmm.. lo sendiri apaan?” tanya Angel innocent. Via menggeleng tak tahu. Angel berdecak.
“Ck. Lo samain aja sama gue ya.” Via mengangguk.
Angel memanggil waitrees. “Mbaaaaaaak, saya pesen tenderloin cordon bleu big size sama yang regular size, sama milkshake strawberry yoghurt 2. Cepetan ya mbak! Laper nih! Oya, ini kartu langganan saya. Dapet diskon kan?” Angel mulai ngoceh. Mbak-mbak waitrees mengangguk-angguk. Via ikutan.
“Eh Njel, gue mau tanya..”
“Tanya aja.”
“Lo kok bisa baik sih?” Angel mendongak, berhenti mamainkan BlackBerry Onyx nya dan menatap Via dengan pandangan ‘maksut-lo-apaan-nih-?’
“Yaiyalah. Angel getooh. Gue pan kasian sama lo, Vi. Lagian gue emang lagi mood baek-baekin orang.” Angel menjawab innocent. Via cengo sambil mangap.
“Yaudah deh. Gue tanya itu doang.” Via mengetuk-ngetuk meja.
“Drrt.. drtt.. you’re on the phone.. drrt.. with your girlfriend.. drrt..” Taylor Swift cuap-cuap di BB Via, tanda telepon masuk. Via melihatnya, ternyata Acha, adik Via.
“Halo Cha? Maaf ya Cha, kakak pulang telat, kamu pulang aja duluan, kakak masih ada urusan. Oke? Oke deh. Thanks dear, bye..” Via cuap-cuap. Angel mengernyit tak mengerti.
“Siapa?”
“Adek gue. Dia telpon minta dijemput. Masa gue mau bilang gue diculik? Ogeb bener.”
“Oooh..” Angel membulatkan mulutnya. Setelah itu pesanan datang dan mereka mulai makan.
^_^
“Thanks ya Njel, atas tumpangannya.” Via turun dari mobil Angel. Angel mengangguk.
“Oya, Vi. Gue ingetin lagi. Jangan deket-deket Alvin. Dia punya gue. Ngerti?” Angel menatap Via dingin. Via hanya mengangguk. Setelah itu Angel pun pergi dengan Swift merahnya.
Via memasuki kamarnya yang serba Hello Kitty. Dia membanting tubuhnya disitu.
“Haaah. Gila aja tu si Angel. Masa nyulik gue setengah-setengah gitu? Kaga sekalian disandera kek, diapain kek. Ckckckc.. tapi gue liat dia maruk juga. Masa pesen steak yang big size? Pantes aja dia genter gede bener begitu. Gila banget hari ini. Haaaaaah..” Via berceloteh sendiri. Ia geleng-geleng kepala mengingat kejadian itu. Ia mendongak, memperhatikan jam dinding pinkynya, dan.. “ALAMAK! JAM 7 MALEM? GUE BELOM MANDI JUGA! HADOOOOOOOOH PAYAH!” Via jejeritan gaje, lalu nyamber handuk dan segera ngacir ke kamar mandi didalam kamarnya. 25 menit kemudian, Via sudah rapi, namun rambutnya masih dibalit handuk pink Hello Kitty. Maklum habis keramas. Dia segera membuka-buka buku pelajarannya. Drrt.. BB Via bergetar. Tanda pesan masuk. Dibukanya sms itu, ternyata Alvin!
From: Alvin :)
Vi, lo gpp kan? Gw tadi dpt terror dr Angel, ktny lo diculik. Lo gpp kan? Gw tkt lo diapa2in sm Angel.
Via tersenyum gaje, lalu dengan lincah jarinya mengetik balasan sms Alvin.
From: Via
Gpp kok Vin, gw ga diapa2in, cuma dijambak sm disandera doang. Malah gw dianter plg sm ditraktir di café. Makasi ud care sm gw ya, Vin.
Alvin diseberang sana tersenyum dan membatin, ‘untung aja.. huuf..’ batinnya mengelus dada. Alvin membalasnya.
From: Alvin :)
Ywda, gw tny itu doang. Untung deh. Sm2 Vi. Kan gw juga salah, mavin gw ya. Gr2 gw lo jd diculik sm Angel. Mavin gw ya?
From: Via
Iya, gpp Vin, lo ga salah. Ud ya, gw mau belajar dl. Bye Alvin :)
From: Alvin :)
Iya, bye Vi. Hv a nice study ya..
Via segera belajar fisika yang susahnya amit-amit jabang manula. Udah berkali-kali dibaca, tapi gada yang nyantol. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur.
^_^
Pukul 05.00 Agni bangun gara-gara bunyi hapenya. Dia meraba meja disamping tempat tidurnya, lalu mengambil BB Onyx kesayangannya. Dia mengangkat telepon tanpa melihat.
“Hhaloooo…” sapanya dengan suara parau. Orang diseberang telepon terkikik.
“Siapa ni?” tanya Agni setengah sadar.
“Agni sayang, kok belom bangun sih? Bangun dong..” kata orang yang meneleponnya yang ternyata Cakka itu. Agni terkejut, ia terduduk disisi tempat tidurnya.
“Ihh Cakka, pagi-pagi nelpon juga! Kaget tauu.. pake sayang-sayangan lagi!” omel Agni. Cakka ngakak.
“Huahahaaa, gapapa dong Ag, kan kita pacaran. Masa gaboleh sayang-sayangan?” godanya. Agni manyun diseberang telepon.
“Iya iya ini gue bangun. Jijay tau, gimanaaaaa gitu rasanya kalo lo manggil gue ‘sayang’. Rasanya iyuh banget,” aku Agni polos. Cakka terkikik.
“Yaudah yaudah. Gue telpon buat bangunin lo doang kok. Sana mandi! Enem seperempat gue jemput.” Tut. Cakka memutuskan hubungan telepon. Setelah itu, Agni segera ngacir ke kamar mandi.
^_^
20 menit kemudian, Agni udah rapi dengan seragam SMA Pelita, yaitu rok kotak-kotak warna merah dan kemeja putih dan dasi yang senada dengan roknya. Dia segera turun dan sarapan bersama ortunya.
“Pagi Yah, pagi Bun, pagi Zy! Pagi Dusty..”sapanya ke semua orang, tak terkecuali kucing abu-abunya yang bernama Dusty. Ozy mencibir.
“Ka Agni ada-ada aja. Dusty pake disapa. Kesambet apa lo kak?” tanya Ozy. Agni nyengir.
“Gapapa, pengen aja. Wlee…” Agni meleletkan lidah. Ozy mau menjawab, tapi bunda Agni berteriak “STOP! Lagi makan gabole berantem!”
Agni dan Ozy kicep, ga berani ngomong. Mereka makan dengan tenang dan damai.
TIN TIN.. Suara klakson membahana dari gerbang. Agni segera menenggak susu coklatnya lalu berpamitan dengan ortunya. “Yah, Bund, Agni udah dijemput tuh! Berangkat dulu ya! Assalamualaikuuum!!” Agni langsung ngacir. Ozy mangap selebar goa hantu. “Ka Agni ga pamit sama gue, huaaaaaaa..” raungnya. Ayah dan bunda Ozy geleng-geleng kepala. “Yaudah deh. Bun, yah, Ozy berangkat sekolah dulu. Assalamualaikum!” pamit Ozy. Ayah dan bunda menjawab, “Waalaikum salam. Ati-ati sayang!” pesan bunda. Ozy mengangguk dan langsung meluncur dengan motor kesayangannya.
^_^
Sekarang Cakka dan Agni sudah sampai di sekolah mereka. Mereka berjalan di koridor dengan bergandengan tangan. Banyak murid terutama C-LUVers –nama perkumpulan fans Cakka- menganga tak percaya seorang Cakka Kawekas Nuraga –cowok flamboyan tercuek- menggandeng tangan Agni Tri Nubuwati –cewek tomboy manis kapten basket putri-. Tiba-tiba seseorang mencegat mereka.
^_^
Itu dia the 3rd part..
Maaf lama, saya banyak tugas nii..
Wah, Via dilarang sayang sama Alvin! Gimana nasib mereka?
Siapa kira-kira yang nyegat CaGni?
Tunggu di Fighting Girl 4th part: Sivia:: Susah buat ngungkapin perasaan gue ke Alvin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar